MediaHaji.com

Haji » Tips Haji:

Awas Copet Di Tanah Suci !

di unggah oleh redaksi: 1 tahun, 7 bulan yang lalu


Awas Copet Di Tanah Suci ! MediaHaji.Com, Makkah. Copet ada di Masjidil Haram? Mungkin tak terbayangkan bagi sebagian besar calon jemaah haji Indonesia bahwa di Tanah Suci, termasuk di Masjidil Haram pun banyak copet. Sebab, selama ini yang ada dalam benak mereka adalah Makkah juga Madinah, adalah kota yang suci dan aman, termasuk aman dari tangan-tangan jahil. Karena merasa aman itulah, banyak jemaah haji Indonesia saat berada di Tanah Suci kurang waspada. Mereka merasa aman saja dengan uang atau barang yang mereka bawa, maupun disimpan di pemondokan. Akibatnya, tidak sedikit jemaah haji yang kehilangan uang maupun barang. Ada yang kehilangan sedikit uang, ada pula yang banyak, bahkan ada jemaah yang uangnya hilang semua. Baik hilang karena dicuri orang maupun dicopet. Hal yang perlu disadari, bahwa yang namanya copet itu ada dimana pun. Tidak hanya di Indonesia dan Negara-negara berkembang lainnya, tapi juga di Negara-negara maju, seperti Eropa dan Amereka. Begitu pula di Arab Saudi. Di negeri yang menjadi tujuan jutaan jemaah haji dari seluruh dunia itu pun banyak copet. Mereka bisa berada di mana saja, sejak dari pemondokan hingga di Masjidil Haram. Bahkan banyak kejadian pencopetan justru terjadi di masjid yang amat dimuliakan oleh ummat Islam itu. Aksi pencopetan juga banyak terjadi di sekitar lingkungan Masjidil Haram. Korban sering baru sadar setelah dompet atau uang yang ada di saku hilang. Bahkan, saku baju gamis yang biasanya berada di bagian dalam pun tak luput dari aksi pencopet dengan cara merobek dengan silet. Karena itulah, para jemaah haji harus selalu berhati-hati menyimpan dan membawa uangnya. Kalau hendak pergi ke Masjidil Haram, sebaiknya membawa uang secukupnya saja dan membawanya pun harus hati-hati. Ini untuk menghindari kemungkinan jadi korban copet. Kalaupun kecopetan, jumlahnya relatif kecil, dan masih ada cadangan dana. Lalu bagaimana dengan sisa uang lainnya? Sebaiknya jemaah menyimpan uangnya (maupun barang berharga lainnya) di locker. Bisa pula menitipkannya di tempat penitipan uang dan barang berharga yang ada di pemondokan atau maktab di mana ia tinggal. Hal itu penting agar ia dapat berbadah dengan tenang, tanpa memikirkan atau takut kehilangan uang dan barang. Salah satu kota yang pencopetnya relatif paling banyak justru kota Makkah. Di kota ini, tidak hanya di pasar-pasar saja yang banyak pencopetnya. Di Masjidil Haram pun seperti diuraikan di atas banyak pencopet. Di masjid ini, kasus pencopetan paling sering terjadi di sekitar Multazam. Karena memang disekitar itulah jemaah berjubel untuk berebut mencium Hajar Aswad. Biasanya, kalau sudah berhadapan dengan Hajar Aswad jemaah haji tidak ingat lagi akan keselamatan, baik dirinya maupun barang bawaannya. Karena itu, sekali lagi, bawalah uang secukupnya, dan berhati-hatilah. Para pencopet di Masjid al Haram itu juga berpoerasi di sekitar hammam/toilet dan tempat wudhu', khususnya jemaah yang datang dari arah Syiib Amir dan sekitarnya. Mungkin orang tak pernah menyangka bahwa di tempat berwudhu pun banyak copet yang mengincar mangsa. Apabila jemaah telah memenuhi halaman luar Masjidil Haram, maka mereka akan pura-pura menjadi peminta-minta dan berputar berkeliling mengikuti shaf/ barisan-barisan jamaah. Hal itu untuk menggelabuhi para jemaah. Cara para pencopet itu beraksi adalah dengan menyongsong jemaah yang akan memasuki halaman Masjid al Haram, satu orang menghadang dari depan dengan puta-pura meminta minta kemudian yang lain akan mengerubungi dari belakang, samping kiri dan kanan jemaah tersebut. Ada yang merogoh kantong, ada yang membuka tas paspor yang dibawa jemaah. Biasanya jemaah haji Indonesia membawa tas paspor yang dikalungkan di leher. Namun hal itu justru membuat copet dapat leluasa untuk menguras isinya. Apabila dia mendaptkan uang maka langsung disimpan/dikantongi. Tapi apabila yang didapat itu kertas lalu mereka buang ke tempat sampah. Begitu juga kalau yang didapat berupa amplop maka mereka akan membukanya di dekat tempat sampah atau bak sampah. Kalau yang didapat uang lalu dikantongi tapi kalau isinya kertas maka akan dibuang di tempat sampah tersebut. Pencopet yang berkeliaran disekitar Masjidil Haram sering mengincar jemaah haji dari Indonesia, karena mereka tahu bahwa jemaah haji Indonesia kemana-mana bawa uang banyak. Kasus jemaah haji Indonesia yang kecopetan di Tanah Suci, khususnya di Masjidil Haram, jumlahnya cukup besar. Setiap tahun dari laporang jemaah yang kehilangan uang kalau dirupiahkan mencapai milyaran rupiah - jumlah yang tidak sedikit. Kecopetan uang ataupun kehilangan barang sudah barang tentu merupakan hal yang tidak mengenakkan. Bahkan bisa mengganggu ketenangan ibadah. Apalagi bila uang yang hilang itu dalam jumlah besar, bahkan jika keseluruhan dana yang dibawa oleh jemaah. Lebih-lebih kalau kehilangan itu terjadi saat jemaah baru saja tiba di Makkah, dan musim haji masih berlangsung puluhan hari lagi. Hingga beberapa tahun lalu jemaah haji yang kehilangan uang dan melaporkan kehilangan mendapatkan santunan dari DAKER (Daerah Kerja) Makkah. Hal itu sedikit banyak bisa menghibur. Tapi sekarang tidak lagi, karena itu tidak ada pilihan lain selain berhati-hati. Selain tentunya, selalu bertawakkal kepada Allah SWT. (Farid/Dwiyono)