Haji » Ibadah Haji:
Calon Jamaah Haji Harus Jaga Kesehatan
MediaHaji, Jakarta - Kloter awal Jamaah Haji Indonesia yang bertolak pada 11 Oktober nanti diminta mewaspadai perubahan cuaca yang ekstrem. Catatan Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan bahwa kondisi Makkah sejak sepekan terakhir mengalami perubahan cuaca yang sangat ekstrem antara pagi dan siang hari.
Suhu pagi hari bisa mencapai 10 derajat Celcius tetapi di siang hari mencapai di atas 30 derajat Celcius. Sedangkan cuaca di Madinah pada pagi hari sekitar 4 derajat Celsius, tetapi pada siang hari mencapai 35 derajat Celsius. "Cuaca di Makkah dan Madinah memiliki kelembapan yang rendah jika jamaah tidak kuat stamina bisa turun dan jatuh sakit," kata Sekditjen Haji dan Umrah Kemenag, Abdul Ghafur Djawahir.
Memperhatikan kondisi itu maka Kemenag mengimbau calhaj memerbanyak meminum air putih, terutama air zam-zam. Sedangkan, untuk menangkal perubahan suhu yang cukup ekstrem, jamaah haji dianjurkan membekali diri dengan perlengkapan baju hangat. "Untuk jamaah haji yang masuk kelompok risiko tinggi (risti) karena faktor usia yang sudah lanjut usia ataupun riwayat penyakit yang pernah diderita, diharapkan membawa obat-obatan pribadi," katanya.
Ghafur mengimbau agar jamaah selalu berupaya meminimalisir gangguan baik kesehatan maupun kendala lain dengan mempresiapkan mental pada pekan terakhir jelang pemberangkatan perdana ini. Karena sesuai standar pelayanan, petugas haji sangat terbatas yakni lima orang untuk melayani 424 jamaah. "Kesiapan individu akan sangat membantu petugas dan diri sendiri," imbaunya.[MH]
