MediaHaji.com

Haji » Ibadah Haji:

Haji dan Hijrah Untuk Kemaslahatan Bangsa

di unggah oleh iyank4: 1 tahun, 8 bulan yang lalu


Haji dan Hijrah Untuk Kemaslahatan Bangsa Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah. Untuk membuktikan adanya korelasi haji dan hijrah ini, mari kita simak indikator-indikator haji mabrur seperti yang diuraikan oleh H. Dr. Miftah Faridl di dalam bukunya yang berjudul Buku Petunjuk Ibadah Haji, Umroh dan Ziarah, yaitu: * Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT. * Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, dan sebagainya. * Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat. * Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda'wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar. * Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dan sebagainya. * Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. * Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam. * Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain. * Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa. * Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan "Izzul Islam wal Muslimin". Kemudian, kaitkan dengan uraian Prof. Dr. KH. Muhammad Quraish Shihab (pengarang tafsir Al-Mishbah) tentang dua dari empat poin seputar hijrah, yaitu: pertama, kata "Hijrah", digunakan untuk mengistilahkan perpindahan suatu kaum atau individu dari satu hal yang sifatnya buruk kepada hal lain yang sifatnya baik. Pengertian ini berlaku kepada kegiatan pindah tempat maupun pindah kelakuan. Contoh hijrah yang paling populer adalah peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. contoh lainnya adalah taubatnya seseorang. Jika seseorang telah bertaubat, dengan taubat nasuha, ini pun dikategorikan kepada kegiatan hijrah, berpindah dari suatu kondisi buruk kepada kondisi yang baik; dan kedua, Al-Qur'an telah berjanji untuk memberikan kelapangan bagi siapapun yang berhijrah. Namun, kelapangan yang akan diberikan Allah hanya berlaku bagi orang yang secara sungguh-sungguh melaksanakan Hijrah. Senada dengan hal ini, Syekh KH. Saifuddin Amsir menyatakan bahwa di dalam ibadah haji terdapat aktifitas hijrah. Hal ini terkait dengan perpindahan seseorang dari sesuatu yang belum baik dan belum diterima oleh Allah SWT menuju sesuatu yang baik dan diterima oleh Allah SWT. Karena di dalam haji, keabsahan seseorang berhaji jika ia sudah melakukan wuquf di podang Arafah. Bergeraknya seseorang menuju padang Arafah merupakan wujud hijrah dirinya untuk mendapatkan keabsahan sebagai haji yang maburur. Jelasnya, mereka yang pergi haji tentu ingin memperoleh haji mabrur. Untuk memperolehnya tidak ada jalan lain kecuali sebelum berangkat ke tanah suci, mereka harus hijrah dengan membersihkan diri dari segala dosa dan kemaksiatan atau bertobat dan meninggalkan segala perilaku buruk yang selama ini dikerjakan dan menggantikannya dengan berperilaku baik. Tujuannya, agar Allah SWT meridhoi dan mempermudah mereka dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji selama di tanah suci. Sekembalinya di tanah air, sebagai bukti bahwa mereka telah mendapatkan haji yang mabrur, sepuluh indikator sebagaimana yang disebutkan di atas harus mereka miliki, terutama poin 4 (Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda'wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar) dan poin 8 (Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain). Dengan kata lain, mereka harus aktif berdakwah, selalu berusaha menghijrahkan saudara-saudaranya sesama muslim yang masih bergelimang dosa dan terpuruk ke dalam jurang kemiskinan, menjadi orang-orang yang pemurah. Kesimpulannya, andai saja para haji atau hajjah dari bangsa ini memang benar-benar haji mabrur, maka dua ratus ribu gerak langkah mereka setibanyanya di tanah airnya sendiri benar-benar memberikan arti. Tidak butuh lama untuk menyelamatkan bangsa ini dari segala keterpurukan, segala jenis dosa dan kemaksiatan. Tidak butuh tahun depan atau tahun-tahun berikutnya, tapi pada saat ini, saat memasuki tahun baru 1431 Hijriyah.