MediaHaji.com

Umrah » Tips Umrah:

Tour Ke Riyadh

di unggah oleh redaksi: 1 tahun, 7 bulan yang lalu


Tour Ke Riyadh

MediaHaji.Com, Jakarta. Jika berkunjung ke Arab Saudi, kebanyakan orang hanya mengenal Jeddah, Makkah dan Madinah. Memang pada kenyataannya, visa hanya memperbolehkan berkunjung hanya untuk umrah atau haji. Padahal ada beberapa kota terkenal, diantaranya ibukota Riyadh.

Riyadh adalah ibukota Arab Saudi yang terletak di kawasan Najed. Riyadh terletak ditengah semenanjung Arabia dan dihuni oleh lebih dari 3.500.000 orang (14 persen polasi nasional). Luas kota ini sekitar 1.1554 KM persegi. Riyadh, Buraidah dan al-Kharj termasuk dalam pengembangan 'koridor pusat' Arab Saudi. Kawasan lain yang padat penduduknya ialah daerah pesisir dekat Jeddah dan Makkah di laut Merah, dan dekat Hufur dan Dharan di Teluk Persia.

Riyadh terbagi menjadi 17 kecamatan yang di kontrol oleh kotamadya pusat Riyadh dan Otoritas Pengembangan Riyadh. Walaupun terletak di area yang gersang, hujan terkadang mengguyur Riyadh. Lima bendungan menampung air hujan. Selain itu, terdapat juga 96 sumur dan pipa sepanjang 467 KM. yang membawa air dari pusar desalinasi di Teluk Persia.

Kebutuhan transportasi udara di Riyadh dilayani oleh Bandara International Raja Khalid. Kota Riyadh terletak di bagian tengah agak ke timur dari Arab Saudi pada ketinggian 600 m dari permukaan laut. Riyadh yang semula merupakan oasis terpencil adalah daerah asal dari leluhur keluarga al-Saud, pendiri dan penguasa Arab Saudi.

Sejak ibukota dipindahkan dari Jeddah ke Riyuadh di tahun 1980-an, Riyadh mulai berkembang dengan tata kota yang tertata rapi dan terencana. Kini Riyadh telah berkembang menjadi kota modern yang ditandai oleh dua gedung bertingkat sebagai landmark-nya, yaitu : Kingdom Center dan al-Faisaliyah. Disekitar ke dua gedung tersebut merupakan pusat kota dan pusan perbelanjaan.

Di Riyadh terdapat kantor Sekretariat Jenderal dari : Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC). World Assembely of the Muslim Youth (WAMY) dan International Energy Forum (IEF). Gubernur Riyadh sekarang yang berkuasa adalah Pangeran Salman bin Abdul Aziz, Wakil Gubernurnya Pangeran Sattam bin Abdul Aziz.

1. Sejarah
Pada masa pra-Islam, pemukiman di Riyadh bernama Hajar. Lokasi ini dialiri oleh beberapa sungai (sekarang wadi) dan air tanah dapat diambil disini. Tempat ini terkenal dengan buah kurma dan bunga orchard.

Nama kota ini dambil dari kata Arab Raudhoh (taman). Nama modern ini pertama-tama hanya merujuk pada sebagian pemukiman di mana terdapat banyak orchard. Perlahan-lahan nama 'Riyadh' mencakup seluruh pemukiman. Hingga akhir abad ke - 18, Riyadh merupakan bagian dari Negeri Saudi Pertama, dengan ibukota Dir'iyyah. Setelah kehancuran Dir'iyyah pada tahun 1818 oleh Kekaisaran Ottoman, ibukotanya di pindahkan ke Riyadh. Sebagian kota Dir'iyyah, kota yang terbuat dari bata lumpur, masih ada peninggalannya hingga kini.

Riyadh dikuasai oleh Abd. Aziz bin Abd. Rahman Al-Saud tahun 1902. Beliau kemudian membangun Kerajaan Saudi Arabia tahun 1932, dengan Riyadh sebagai ibukotanya. Namun ibukota diplomatik baru dipindahkan dari Jeddah tahun 1982. Riyadh kini mengalami tingkat pertumbuhan populasi yang tinggi yang dapat terlihat dari minimnya pengembangan kota ini sejak tahun 1970-an.

2. Populasi
Penduduk Tahun 1962 = 7.500 jiwa Tahun 1988 = 1.500.000 jiwa Tahun 1935 = 30.000 jiwa Tahun 1990 = 2.000.000 jiwa Tahun 1960 = 150.000 jiwa Tahun 1997 = 2.800.000 jiwa Tahun 1970 = 370.000 jiwa Tahun 2007 = 5.000.000 jiwa Tahun 1972 = 500.000 jiwa Tahun 2020 = 8.900.000 jiwa (perkiraan) Tahun 1974 = 650.000 jiwa

3. Istana Yamama
Yamama adalah sala satu istana Raja Arab Saudi yang terletak di Riyadh. Istana ini terletak dekat dengan Diplomatic Quarter dan sering digunakan untuk menyambut tamu atau menerima penyerahan surat-surat kepercayaan Duta Besar baru. Ketika musim panas (Juli - Agustus), Raja dan seluruh pejabat tinggi lainnya biasanya berada di Jeddah dan Taif untuk menghindari suhu panas di Riyadh.

4. Diplomatic Quarter/DQ (As-Shafarat)
Diplomatic Quarter/DQ adalah kompleks diplomatic yang terletak di Barat Daya kota Riyadh. DQ dirancang khusus oleh Pemerintah Arab Saudi sejak tahun 1979 untuk kantor kedutaan asing, kediaman Duta Besar dan perumahan stafnya. Sejak tanggal 29 September 1985 KBRI Jeddah pindah ke Riyadh. Kantor KBRI dan Wisma Duta berada dalam satu kaveling tanah, sedangkan perumahan untuk Wakepri dan Home Staff terpisah berjarak sekitar satu kilometer dari KBRI di dalam lingkungan DQ. Pengamanan di pintu masuk dan di lingkungan DQ sangat ketat karena untuk menjaga keamanan lingkungan DQ.

5. Obyek Wisata. Obyek Wisata di kota Riyadh antara lain :

  1. King Abdul Aziz Historical Centre, merupakan komplek musim sejarah berdirinya Arab Saudi. Di tempat ini juga terdapat King Abd. Aziz Memorial Hall, yang menympan benda-benda peninggalan Raya pertama Arab Saudi dan Murabba Palace, yang merupakan salah satu bangunan paling tua di Riyadh.
  2. Dir'iyyah, adalah kota tua tempat asal Dinasti Saud.
  3. Fort Musmak, adalah benteng yang didirikan tahun 1865.